Sunday, 3 July 2011

Raibnya Devisa Negara di era Pemerintahan Reformasi.



Dengan tumbangnya masa Pemerintahan ORBA,maka lahirlah Era Reformasi yang merupakan harapan Rakyat Indonesia agar terciptanya peningkatan tarap hidup yang lebih baik/meningkatnya kesejahteraan Rakyat,pengentasan kemiskinan.Akan tetapi dalam kenyataannya di Era Reformasi kesejahteraan Rakyat tidak maksimal ,bahkan bisa di kategorikan memburuk.Padahal Indonesia adalah Negara yang kaya memiliki sumber daya alam yang berlimpah.Apabila sumber daya alam ini di kelola dengan baik oleh Pemerintah dan di maksimalkan untuk kesejahteraan Rakyat,maka tidak akan ada lagi yang namanya kemiskinan di Indonesia.Yang ada selama ini Rakyat Indonesia di ibaratkan seperti ayam mati di lumbung padi.Kekayaan hanya di miliki oleh kelompok kelompok tertentu yang tampaknya masih mewarisi cara cara Pemerintahan di era ORBA seperti praktek korupsi,kolusi dan nepotisme masih terjadi.Jumlah Penduduk Indonesia sebanyak 237 juta Jiwa dan setiap tahun bertambah sebanyak 3 juta Jiwa,bagaimanakah nasib anak Negeri ini selanjutnya? Seperti kata pepatah selamat dari mulut macan kurap masuk kemulut buaya buntung.
Begitu juga halnya dengan devisa Negara yang tidak bertambah,sejak Pemerintahan reformasi 13 tahun yang lalu.Hal ini patut untuk di pertanyakan karena tidak transparannya Pemerintah.
Sumber devisa:
1.Pinjaman atau hutang luar Negeri
2.Hadiah,bantuan atau sumbangan luar Negeri.
3.Penerimaan deviden serta bunga dari luar Negeri.
4.Hasil export barang dan jasa.
5.Kiriman valuta asing dari luar Negeri.
6.Wisatawan yang belanja dalam Negeri.
7.DLL.
Yang menjadi pertanyaan bagi kami sebagai rakyat Indonesia apakah bea atau pajak dari tempat-tempat protitusi (bisnis sex/lender ini yang membuat Negara tidak barokah/berkah), pabrik minuman keras, perjudian, tenaga kerja Indonesia(TKI), jasa sewa jalan tol, iklan telivisi, Bank Swasta, maskapai penerbangan dan para turis, PBB dan PPN 2,5-20 persen dll. Ini semua larinya kemana………?? Dana itu memiliki kakikah bisa sembunyi ya ajak aja main petak umpet, seperti buaya buntung 
Fungsi devisa:
1.Sebagai alat pembayaran hutang luar Negeri.
2.Alat transaksi pembayaran bunga dan jasa luar Negeri.
3.Alat transaksi pembiayaan hubungan dengan luar Negeri seperti Kedutaan,misi Budaya,hadiah,bantuan dll.
4.Sebagai sumber pendapatan Negara.
Nilai export Negara Indonesia 77 milyard USD /tahun,import 52 milyard USD/tahun, kalau di hitung devisa bertambah sekitar 25 milyard USD/tahunnya.Jadi seharusnya devisa selama Reformasi 13 tahun adalah 325 milyard USD tapi kenyataannya devisa Kita tidak bertambah.Jadi kemanakah devisa Kita selama ini?


Pembangunan belum merata di Kalteng.

Palangkaraya merupakan Ibukota dari Kalimantan tengah seperti kita ketahui sudah banyak dukungan untuk Palangkaraya sebagai Ibukota Negara .Kota Palangkaraya memang luas dan strategis di bandingkan dengan Jakarta, apalagi letak Palangkaraya tepat berada di tengah tengah pulau Kalimantan, sedangkan Jakarta di anggap sudah tidak memenuhi syarat sebagai Ibukota Negara.

Palangkaraya memang indah dan luas, tapi sayangnya pembangunan di daerah daerah Kalimantan Tengah belum merata, apalagi jalan jalan antar Kabupaten banyak yang rusak berat, sehingga mengganggu roda perekonomian masyarakat antar daerah. Salah satu jalan yang rusak berat adalah di ruas jalan menuju Kualakurun,Kab.Gunung Mas.Banyak Pihak yang mengeluh akibat tidak adanya perbaikan jalan yang serius dari PEMDA setempat maupun .
 Kalau dari Palangkaraya menuju Kualakurun dengan menggunakan mobil ,kita harus rela antri berjam jam karena jalannya berlumpur dan sangat sulit untuk di lewati kendaraan roda empat dan roda dua. Daerah Kab.Gunung Mas ini memiliki potensi sumber daya alam yang kaya
Potensi agro: karet,cengkeh,rotan,kelapa sawit.
Potensi tambang: batu bara,emas,perak.
Potensi pariwisata: batu suli dllnya.

Sebagai salah satu contoh untuk menuju Desa Janggang jika jalan kering adalah tiga jam dan enam jam dari Palangkaraya. Tetapi jika hujan jalan menjadi berlumpur dan becek, Sehingga delapan jam dari Kualakurun dan tiga hari dua malam dari Kota Palangkaraya.



Written by terry raban kusumanegara

Nenek Arifa, Murid SD Tertua Berumur 70 Tahun!

Liputan6.com, Jenin: Semangat untuk mencari ilmu, tak terbatas oleh ruang dan waktu. Nenek Arifa Malaysha membuktikannya.

Arifa kini berumur 70 tahun. Usianya tak membuat Arifa menjadi minder ketika harus bergabung dengan teman-teman sekelas, anak-anak yang mestinya pantas menjadi cicitnya. Arifa menjadi siswi tertua di kelas sebuah sekolah dasar di Desa Jaba, Tepi Barat Utara, Palestina.

Arifa sejak kecil memang tak sempat bersekolah karena harus menjaga dagangan roti yang menjadi tanggung jawabnya.

"Saya tidak beruntung, telah kehilangan pendidikan saya ketika saya masih muda karena kondisi kehidupan yang keras. Saya tidak pernah bersekolah. Pikiran untuk pergi ke sekolah, bahkan setelah saya menjadi sangat tua tak pernah berhenti, saya ingin mengimbangi diri dan mendapatkan pendidikan saya lagi," kata Malaysha seperti dikutip Xinhua.

Nenek Arifa memang mengalami kendala dengan aktivitasnya menulis atau menggoreskan pensil di kertas karena tangannya yang terus bergetar. Tapi kondisi tersebut tak pernah menyurutkan semangatnya. Teman-teman sekelasnya, yang rata-rata anak berumur 7 tahun memberinya spirit lebih.

Sebelumnya, Arifa sempat belajar huruf di sebuah sekolah di desa dekat Jenin, selamat tiga tahun.

"Saya sangat senang ketika sekolah melek huruf diresmikan di desa kami bagi perempuan, untuk belajar bagaimana membaca dan menulis. Saya tidak bisa percaya bahwa suatu hari saya akan mampu membaca dan menulis seperti orang-orang terpelajar lainnya," kata oma Arifa penuh semangat.

Arifa hanya butuh waktu dua bulan untuk mempelajari huruf Arab, cara membaca dan menulisnya. Kini sang nenek hebat ini juga telah memahami matematika dasar dan geometri.

Biro Pusat Statistik Palestina (PSBC) mengatakan bahwa tingkat buta huruf di wilayah Palestina turun dari 13,9 persen pada tahun 1997 menjadi 5,4 persen pada 2009.

Nenek Arifa tak pernah merasa minder apalagi malu belajar bersama anak-anak di sekolah resmi.

"Saya adalah wanita pertama di desa yang memiliki inisiatif untuk mendaftar di sekolah resmi karena saya selalu haus untuk pendidikan," ujarnya.

Para murid tinggal di rumah miskin dan sempit di puncak gunung Debroon di desa pembuat gerabah ini.

Menurut nenek Arifa, usia tak pernah jadi kendala untuk pendidikan.

"Pria, wanita dan anak-anak selalu harus terus belajar karena pendidikan meningkatkan kami untuk kehidupan yang lebih baik," katanya.

Arifa ingin bisa cepat menyelesaikan pendidikannya dan sangat getol belajar tentang sejarah Palestina. Tujuannya tidak muluk-muluk, agar bisa membagikan pengetahuannya itu kepada anak-anak di desanya. Luar biasa! (ANT

Saturday, 2 July 2011

Minyak Dan Masyarakat



Kelangkaan BBM kembali terjadi yang melanda hampir seluruh daerah wilayah Indonesia di beberapa Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terlihat banyak antrian sepeda motor dan mobil yang rela antri berjam jam hanya untuk mendapatkan BBM. Banyak masyarakat yang panic dan mengeluh dengan dengan langkanya BBM yang tentu saja merugikan dan mengganggu activitas masyarakat banyak. Seharusnya pertamina dan pemerintah transparan apa yang menjadi penyebab kelangkaan BBM ini sehingga masyarakat bisa menjadi tenang dan tidak menduga duga serta cemas. Sebaiknya pemerintah dan pertamina secepatnya mengatasi masalah yang sedang terjadi atau adanya antisipasif sebelum terjadinya kelangkaan BBM. Kejadian serupa beberapa tahun yang lalu BBM di buat seolah langka dan menghilang dari peredaran dan beberapa minggu kemudian pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dengan alasan alasan tertentu. Jadi adanya rekayasa oleh kalangan tertentu demi keuntungan pribadi dan groupnya yang membuat masyarakat semakin tertekan.


Terjadinya krisis BBM di berbagai daerah di Indonesia mengakibat krisis kepercayaan terhadap para pemimpin negeri kita ini. Beberapa karyawan SPBU di berbagai tempat mengatakan bahwa jatah pasokan BBM dari pertamina di batasi bahkan ada SPBU yang tutup karena tidak mendapat jatah pasokan BBM dari pertamina dan masyarakat banyak berharap agar pemerintah pusat dan daerah bisa mengatasi kelangkaan BBM (premium dan solar) yang telah berlangsung hampir tiga minggu ini.


Sebagai contoh di Indramayu, Masyarakat yang membeli BBM di SPBU di batasi pembeliannya dan hanya mendapat jatah untuk sekali pembelian sebesar Rp.10.000,- untuk motor dan sebesar Rp.100.00,- untuk mobil, sedangkan di Riau harga premium eceran biasanya di jual Rp.5000,- perliter atau Rp.5500,- perliter sekarang melonjak harganya menjadi Rp.15000,- perliter. Langkanya BBM di daerah daerah seluruh Indonesia merupakan sinyal adanya masalah distribusi atau internal pemerintah dan pertamina yang pasti nantinya pemerintah akan menaikan harga BBM. Padahal Indonesia adalah negara penghasil minyak bumi dan gas dan jika harga BBM naik lagi maka akan di ikuti dengan kenaikan harga bahan pokok seperti sembako dan semakin lengkaplah penderitaan rakyat Indonesia.

Saya heran kelangkaan BBM ini terjadi di tempat-tempat yang dekat dengan sumber daya minyak bumi, terus yang menjadi pertanyaan bagi saya apakah sunberdaya alam ini di kuasai pihak asing, atau negara ini memberi upeti kepihak asing atau jangan-jangan dari beberapa oknum yang menyalahgunakan kepercayaan masyarakat.Memendam minyak atau menahan subsidi dalam sekala yang besar itu bisnis yang sangat menguntungkan lho, yang lebih parah minyak tanah saat ini lebih mahal dari bensin, salah satu kebutuhnan rakyat kecil di peras. padahal tingkatan kemurniannya lebih bagus bensin kok minyak tanah yang mahal, kasian pa jangan bodohi kami pa,..........

Google
WEB
Images
Local
Mobile Web (beta)