1. Ahool
Hewan ini berbentuk seperti kelelawar, berkepala seperti monyet,
bermata besar serta hitam, dan tubuhnya berbulu abu-abu gelap. Tubuhnya
dapat sebesar anak berumur satu tahun dengan bentangan sayap dapat
mencapai 10 kaki (3 meter). Hewan ini pertama kali dilihat oleh
Dr.Ernest Bartels pada 1925 ketika sedang menyusuri Gunung Salak, Jawa
Barat. Saat itu Ernest sedang mejelajahi air terjun di lereng gunung
itu, dan mendadak saja seekor kelelawar raksasa menukik di atas
kepalanya.Pada tahun 1927, sekitar pukul 11:30 malam, ketika Ernest
Bartels berbaring di tempat tidurnya dalam pondok dekat sungai
Tjidjengkol, Jawa Barat, dia mendengar suara aneh dari atas pondoknya.
Suara itu berbunyi "Ahool ... Ahool ...". Ernest mengambil obor dan
memeriksa ke asal suara, dan melihat kelelawar raksasa yang dia lihat
pada 1925.
Itu sebabnya hewan ini disebut Ahool.
2. Agogwe
Makhluk ini pertama kali diketahui keberadaannya pada sekitar 1900 oleh
Kapten William Hitchens, namun baru disampaikan ke publik pada 1937.
William menemukan makhluk ini di Afrika Timur. Menurut dia,
Agogweberbentuk seperti manusia dan berjalan dengan kaki, namun bertubuh
kecil seperti kurcaci, serta berbulu kemerahan di sekujur tubuhnya.
William menyebut, Agogwe yang ia lihat menyerupai seorang laki-laki,
namun hanya setinggi 4 kaki. Pada 1938, seorang pria bernama Cuthbert
Burgoyne juga melihat Agogwe di Afrika Timur. Ada teori yang
menyebutkan, kalau Agogwe mungkin termasuk spesies gracile
australopithecine, salah satu spesies primata yang pernah berdiam di
Afrika, namun telah punah sejak ribuan tahun lalu.
3. Serigala Andean
Hewan ini pun jarang sekali dapat dilihat, namun diketahui kerap
berkeliaran di sekitar Laut Arktik dan di Amerika Utara. Hewan ini unik,
karena hanya jenis ini satu-satunya dalam spesies anjing atau srigala
yang tidak berbulu, sehingga kulitnya licin. Namun lucunya, di kepala
dan ekor binatang ini justru tumbuh bulu berwarna kuning.
4. Kucing Rubah
Hewan ini ditemukan sekelompok ilmuan yang tergabung dalam World Wild
Fund (WWF) pada 2003 saat tengah melakukan penelitian di kawasan Taman
Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan, namun baru dipublikasikan pada
2005. Hewan ini mirip rubah, tapi berkulit merah, dan berukuran lebih
besar dari kucing. Yang menarik, binatang ini juga memiliki sepasang
kaki belakang yang lebih panjang dari kaki depannya, dan memiliki ekor
berotot yang panjang. Begitu dipublikasikan, dunia langsung heboh dan
media memberitakannya sebagai temuan terpenting dalam satu abad
terakhir, karena temuan spesies baru yang terakhir terjadi pada 1895
ketika di belantara Kalimantan ilmuwan juga menemukan seekor karnivora
jenis musang luwak yang diberi nama melogale everetti atau borneo ferret
badger.
5. Harimau Tasmania
Hewan bernama latin Thylacinus cynocephalus ini merupakan hewan
marsupial karnivora modern terbesar yang pernah diketahui. Dianggap
sebagai harimau, karena punggungnya bercorak belang seperti umumnya
harimau. Namun ada pula yang menyebutnya srigala, karena bentuk
kepalanya memang mirip srigala. Hewan yang hidup di benua Australia dan
pulau Papua ini dinyatakan telah punah pada abad 20. Di Australia, hewan
ini punah ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Eropa ke benua
kangguru itu, namun sempat bertahan di pulau Tasmania bersama sejumlah
spesies endemik lainnya, termasuk setan Tasmania. Itu sebabanya di
belakang namanya ada tambahan kata Tasmania. Fosil yang ditemukan dari
spesies binatang ini mengindikasikan kalau dia hidup sekitar zaman
Miosen.
6. Tsuchinoko
Hewan ini dilaporkan terlihat di beberapa daerah di Jepang, kecuali
Hokkaido dan Kepulauan Ryukku. Bahkan nama tsuchinokoberasal dari bahasa
penduduk daerah Kansai yang meliputi Kyoto, Mie, Nara, dan Shikoku yang
berarti 'hewan'. Di daerah Kanto, hewan ini disebut bachihebi.
Tsuchinoko berbentuk seperti ular, namun berperut gendut seperti botol
atu pin boling, dan berekor kecil mirip ekor tikus. Namun hingga kini
keberadaan hewan itu belum pernah bisa dibuktikan (cryptid), dan juga
belum pernah berhasil ditangkap. Diduga, ini terjadi karena selain yang
melihatnya merasa takut, juga hewan ini langsung melarikan diri bila ada
yang melihatnya. Beberapa pemerintah daerah di Jepang pernah
mengiming-imingi uang hingga 100 juta Yen bagi siapa saja yang dapat
menangkap hewan ini, namun tak ada hasilnya
7. Yeti
Serupa dengan Bigfoot, muncul di wilayah Himalaya. Bagi warga sekitar
hutan di wilayah pegunungan itu, makhluk ini adalah penjaga hutan, dan
tidak boleh diburu. Yeti atau Manusia Salju yang Menakutkan adalah
sejenis primata besar yang menyerupai manusia yang menghuni wilayah
pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet. Nama Yeti dan Meh-Teh umummnya
digunakan secara luas oleh masyarakat di wilayah tersebut, dan dianggap
sebagai kisah sejarah dan mitos yang masih misterius. Orang-orang Nepal
juga menyebutnya bonmanche yang berarti manusia liar atau kanchanjuga
rachyyas yang berarti iblis kanchanjunga.
8. Mongolian Death Worm
Hewan ini hidup di Gurun Gobi, dan sangat ditakuti bangsa Mongolia.
Meski termasuk jenis cacing, hewan ini bisa memiliki panjang hingga 1,2
meter, bertubuh seperti ular, gemuk, berwarna merah, dan mampu membunuh
mangsanya, termasuk manusia, dengan cepat dan dari jarak jauh. Dalam
legenda Mongol disebutkan, jika akan menyerang mangsanya, binatang ini
akan mengangkat sebagian tubuhnya, dan kemudian membuka mulutnya
lebar-lebar, dan menyemburkan racun mematikan yang membuat mangsanya
tewas. Setelah itu, sang mangsa dimakan
Bangsa Mongol menyebut hewan
ini dengan allghoi khorkoi yang berarti cacing usus, karena jika dilihat
sepintas, cacing raksasa ini memang seperti usus. Meski menamakan hewan
ini dengan Mongolian Death Warm, para ilmuwan yakin, hewan ini bukan
jenis cacing, karena cacing takkan tahan hidup di gurun yang panas,
kering, dan tandus. Mereka yakin, hewan ini sejenis ular berbisa, namun
hipotesa ini pun belum dapat dibuktikan keakuratannya.
Sumber:
http://www.unikdunia.com/2012/10/8-hewan-aneh-yang-masih-misterius-di.html
8 Hewan Aneh yang Masih
Misterius di Dunia
Posted by Admin Posted on 09.17 with No comments
1. Ahool
Hewan ini berbentuk seperti kelelawar, berkepala seperti monyet,
bermata besar serta hitam, dan tubuhnya berbulu abu-abu gelap. Tubuhnya
dapat sebesar anak berumur satu tahun dengan bentangan sayap dapat
mencapai 10 kaki (3 meter). Hewan ini pertama kali dilihat oleh
Dr.Ernest Bartels pada 1925 ketika sedang menyusuri Gunung Salak, Jawa
Barat. Saat itu Ernest sedang mejelajahi air terjun di lereng gunung
itu, dan mendadak saja seekor kelelawar raksasa menukik di atas
kepalanya.Pada tahun 1927, sekitar pukul 11:30 malam, ketika Ernest
Bartels berbaring di tempat tidurnya dalam pondok dekat sungai
Tjidjengkol, Jawa Barat, dia mendengar suara aneh dari atas pondoknya.
Suara itu berbunyi "Ahool ... Ahool ...". Ernest mengambil obor dan
memeriksa ke asal suara, dan melihat kelelawar raksasa yang dia lihat
pada 1925. Itu sebabnya hewan ini disebut Ahool.
2. Agogwe
Makhluk ini pertama kali diketahui keberadaannya pada sekitar 1900 oleh
Kapten William Hitchens, namun baru disampaikan ke publik pada 1937.
William menemukan makhluk ini di Afrika Timur. Menurut dia,
Agogweberbentuk seperti manusia dan berjalan dengan kaki, namun bertubuh
kecil seperti kurcaci, serta berbulu kemerahan di sekujur tubuhnya.
William menyebut, Agogwe yang ia lihat menyerupai seorang laki-laki,
namun hanya setinggi 4 kaki. Pada 1938, seorang pria bernama Cuthbert
Burgoyne juga melihat Agogwe di Afrika Timur. Ada teori yang
menyebutkan, kalau Agogwe mungkin termasuk spesies gracile
australopithecine, salah satu spesies primata yang pernah berdiam di
Afrika, namun telah punah sejak ribuan tahun lalu.
3. Serigala Andean
Hewan ini pun jarang sekali dapat dilihat, namun diketahui kerap
berkeliaran di sekitar Laut Arktik dan di Amerika Utara. Hewan ini unik,
karena hanya jenis ini satu-satunya dalam spesies anjing atau srigala
yang tidak berbulu, sehingga kulitnya licin. Namun lucunya, di kepala
dan ekor binatang ini justru tumbuh bulu berwarna kuning.
4. Kucing Rubah
Hewan ini ditemukan sekelompok ilmuan yang tergabung dalam World Wild
Fund (WWF) pada 2003 saat tengah melakukan penelitian di kawasan Taman
Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan, namun baru dipublikasikan pada
2005. Hewan ini mirip rubah, tapi berkulit merah, dan berukuran lebih
besar dari kucing. Yang menarik, binatang ini juga memiliki sepasang
kaki belakang yang lebih panjang dari kaki depannya, dan memiliki ekor
berotot yang panjang. Begitu dipublikasikan, dunia langsung heboh dan
media memberitakannya sebagai temuan terpenting dalam satu abad
terakhir, karena temuan spesies baru yang terakhir terjadi pada 1895
ketika di belantara Kalimantan ilmuwan juga menemukan seekor karnivora
jenis musang luwak yang diberi nama melogale everetti atau borneo ferret
badger.
5. Harimau Tasmania
Hewan bernama latin Thylacinus cynocephalus ini merupakan hewan
marsupial karnivora modern terbesar yang pernah diketahui. Dianggap
sebagai harimau, karena punggungnya bercorak belang seperti umumnya
harimau. Namun ada pula yang menyebutnya srigala, karena bentuk
kepalanya memang mirip srigala. Hewan yang hidup di benua Australia dan
pulau Papua ini dinyatakan telah punah pada abad 20. Di Australia, hewan
ini punah ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Eropa ke benua
kangguru itu, namun sempat bertahan di pulau Tasmania bersama sejumlah
spesies endemik lainnya, termasuk setan Tasmania. Itu sebabanya di
belakang namanya ada tambahan kata Tasmania. Fosil yang ditemukan dari
spesies binatang ini mengindikasikan kalau dia hidup sekitar zaman
Miosen.
6. Tsuchinoko
Hewan ini dilaporkan terlihat di beberapa daerah di Jepang, kecuali
Hokkaido dan Kepulauan Ryukku. Bahkan nama tsuchinokoberasal dari bahasa
penduduk daerah Kansai yang meliputi Kyoto, Mie, Nara, dan Shikoku yang
berarti 'hewan'. Di daerah Kanto, hewan ini disebut bachihebi.
Tsuchinoko berbentuk seperti ular, namun berperut gendut seperti botol
atu pin boling, dan berekor kecil mirip ekor tikus. Namun hingga kini
keberadaan hewan itu belum pernah bisa dibuktikan (cryptid), dan juga
belum pernah berhasil ditangkap. Diduga, ini terjadi karena selain yang
melihatnya merasa takut, juga hewan ini langsung melarikan diri bila ada
yang melihatnya. Beberapa pemerintah daerah di Jepang pernah
mengiming-imingi uang hingga 100 juta Yen bagi siapa saja yang dapat
menangkap hewan ini, namun tak ada hasilnya
7. Yeti
Serupa dengan Bigfoot, muncul di wilayah Himalaya. Bagi warga sekitar
hutan di wilayah pegunungan itu, makhluk ini adalah penjaga hutan, dan
tidak boleh diburu. Yeti atau Manusia Salju yang Menakutkan adalah
sejenis primata besar yang menyerupai manusia yang menghuni wilayah
pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet. Nama Yeti dan Meh-Teh umummnya
digunakan secara luas oleh masyarakat di wilayah tersebut, dan dianggap
sebagai kisah sejarah dan mitos yang masih misterius. Orang-orang Nepal
juga menyebutnya bonmanche yang berarti manusia liar atau kanchanjuga
rachyyas yang berarti iblis kanchanjunga.
8. Mongolian Death Worm
Hewan ini hidup di Gurun Gobi, dan sangat ditakuti bangsa Mongolia.
Meski termasuk jenis cacing, hewan ini bisa memiliki panjang hingga 1,2
meter, bertubuh seperti ular, gemuk, berwarna merah, dan mampu membunuh
mangsanya, termasuk manusia, dengan cepat dan dari jarak jauh. Dalam
legenda Mongol disebutkan, jika akan menyerang mangsanya, binatang ini
akan mengangkat sebagian tubuhnya, dan kemudian membuka mulutnya
lebar-lebar, dan menyemburkan racun mematikan yang membuat mangsanya
tewas. Setelah itu, sang mangsa dimakan. Bangsa Mongol menyebut hewan
ini dengan allghoi khorkoi yang berarti cacing usus, karena jika dilihat
sepintas, cacing raksasa ini memang seperti usus. Meski menamakan hewan
ini dengan Mongolian Death Warm, para ilmuwan yakin, hewan ini bukan
jenis cacing, karena cacing takkan tahan hidup di gurun yang panas,
kering, dan tandus. Mereka yakin, hewan ini sejenis ular berbisa, namun
hipotesa ini pun belum dapat dibuktikan keakuratannya.
Sumber:
http://www.unikdunia.com/2012/10/8-hewan-aneh-yang-masih-misterius-di.html
Konten ini memiliki hak cipta
Pengunjung anehdidunia.blogspot, dari semua tanaman aneh di dunia,
banyak tanaman yang butuh daging..seperti daging serangga, dan mereka
adalah tumbuhan karnivora .Semua tanaman karnivora dapat ditemukan di
daerah dimana tanah memiliki nutrisi sangat sedikit. Tanaman menarik ini
dikategorikan sebagai karnivora karena mereka membuat perangkap
serangga dan arthropoda, menghasilkan cairan pencernaan, melarutkan
mangsa , dan sebagian besar, nutrisi mereka dari proses ini. Buku
pertama tanaman ini ditulis oleh Charles Darwin, pada tahun 1875,
“Insectivorous Plants”.
Setelah penemuan dan penelitian lebih lanjut, diyakini bahwa sifat pemakan daging
berevolusi pada enam kesempatan terpisah, dari lima perintah yang
berbeda dari tanaman berbunga.sekarang ditemukan lebih dari 630 spesies
yang berbeda tanaman berbunga.
Ada lima mekanisme dasar tentang jebakan yang digunakan dan ditemukan di
semua tanaman: seperti perangkap Fly Kertas, perangkap pukulan,
perangkap kantong dan jebakan pot Lobster. Saya ingin menunjukkan
beberapa tanaman, menggunakan mekanisme masing-masing, sehingga Anda
juga dapat melihat perbedaan antara genera yang berbeda.
10. Sarracenia

Sarracenia, atau tanaman Pitcher, adalah Genus tanaman karnivora di
pesisir timur, Texas, danau besar dan Kanada timur selatan, dengan
sebagian besar spesies yang hanya ditemukan di negara bagian tenggara.
Itu juga merupakan tanaman pertama dengan perangkap yang akan kita
bahas. daun tanaman telah berevolusi menjadi corong, dengan tudung
seperti struktur berkembang selama pembukaan untuk mencegah air hujan
dari menipiskan cairan pencernaan. http://anehdidunia.blogspot.com
Serangga tertarik oleh warna, bau dan sekresi nektar seperti di bibir
teko.permukaan licin, dibantu dalam setidaknya satu spesies, dengan obat
hantaman nektar, menyebabkan serangga jatuh ke dalam dan mereka akan
mati dan dicerna oleh protease dan enzim lainnya
9.Nepenthes
Nepenthes, tanaman pitcher tropis atau Tumbuhan cangkir monyet, yang
lain genus tanaman karnivora dengan perangkap . Ada sekitar 130 spesies
yang tersebar luas, dan dapat ditemukan di Cina, Malaysia, Indonesia,
Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, India, Kalimantan dan
Sumatera. julukan "cangkir monyet" julukan berasal dari fakta bahwa
monyet sering minum air hujan mirip dengan tumbhan ini.
Sebagian besar spesies Nepenthes adalah tanaman
merambat tinggi (10-15m), dengan sistem akar dangkal. Dari batang Anda
akan sering melihat pedang seperti daun berkembang, dengan sulur yang
(sering digunakan untuk memanjat) menonjol dari ujung daun.
Pada akhir sulur tersebut, pitcher bentuk pertama sebagai bola kecil,
yang kemudian mengembang dan bentuk cangkir. perangkap berisi cairan,
yang dihasilkan oleh tanaman, yang mungkin ORS encer manis dan digunakan
untuk menenggelamkan dan mencerna serangga. Bagian bawah dari cawan itu
mengandung kelenjar yang menyerap dan mendistribusikan nutrisi.
Kebanyakan tanaman ini kecil dan cenderung menjadi perangkap serangga
saja, tetapi beberapa spesies yang lebih besar, seperti Nepenthes
Rafflesiana dan Nepenthes Rajah, telah didokumentasikan untuk menangkap
mamalia kecil seperti tikus.
8. Genlisea

Genlisea, lebih dikenal sebagai tanaman pembuka botol, terdiri dari 21
spesies dan umumnya tumbuh di darat basah untuk lingkungan perairan
semi, dan tersebar di seluruh Afrika, tengah dan Amerika Selatan.
Genlisea adalah tumbuhan kecil dengan bunga kuning yang memanfaatkan
perangkap lobster (Perangkap yang mudah untuk masuk tetapi tidak mungkin
untuk keluar, seperti dengan menggunakan rambut kecil tumbuh menuju
pintu masuk atau dalam kasus ini, yang pernah maju mendorong spiral).
Tanaman ini memiliki dua jenis daun - daun fotosintesis di atas tanah,
dan daun bawah tanah khusus untuk menarik, menjebak dan mencerna
organisme menit, seperti protozoa.daun bawah tanah ini juga melakukan
tugas akar, seperti menyerap air dan pelabuhan, sebagai tanaman tidak
memiliki apapun. Pengunjung anehdidunia.blogspot daun bawah tanah ini
bentuk tabung berongga di bawah tanah, tabung ini memiliki bentuk
pembuka botol mendorong maju, dan dengan bantuan aliran air konstan,
mikroba kecil bisa membuat jalan mereka ke dalam tabung, tetapi tidak
dapat menemukan jalan keluar lagi. Ketika mereka mencapai bagian di
dalam tabung, mereka akan dicerna dan diserap. http://anehdidunia.blogspot.com
7. Darlingtonia Californica
Darlingtonia californica, juga disebut Bunga California atau Lilly
Cobra, adalah anggota tunggal dari genus darlingtonia, dan asli Northern
California dan Oregon.Mereka tumbuh di rawa dan merembes dengan air
dingin dan, karena jarang di dataran, tumbuhan ini dianggap biasa.
Daun dari Lily Cobra yang bulat dan membentuk rongga kosong, dengan
bukaan yang terletak di bawah balon, bengkak seperti struktur dan dua
menunjuk daun tergantung dari ujung seperti taring.
Tidak seperti tanaman pitcher besar, Lilly Cobra tidak menggunakan
perangkap jebak, melainkan perangkap lobster pot. Begitu di dalam,
serangga yang bingung dengan lampu besar Speckles diizinkan untuk
bersinar melalui tanaman.
Ketika mereka mendarat di sana, ada ribuan bulu-bulu halus lebat yang
tumbuh ke dalam, mereka dapat mengikuti rambut yang lebih dalam terhadap
organ pencernaan, tetapi mereka tidak bisa berbalik atau bergerak ke
belakang untuk melarikan diri.
6. Utricularia

Utricularia, atau dikenal sebagai bladderworts, adalah genus tanaman karnivora
yang terdiri dari sekitar 220 spesies. Mereka tumbuh di air tawar dan
tanah basah sebagai spesies darat maupun di perairan, di setiap benua
kecuali Antartika. Mereka adalah satu-satunya tanaman karnivora yang
menggunakan perangkap kandung kemih. Sebagian besar spesies memiliki
perangkap yang sangat kecil, di mana mereka dapat menangkap mangsa dalam
sekejap, seperti protozoa. Perangkap dapat berkisar dari 0.2mm - 1.2cm,
dengan perangkap yang lebih besar, menjebak mangsa yang lebih besar
seperti kutu air dan bahkan berudu kecil.
Perangkap memicu rambut kecil melekat pada pintu jebakan. Kandung kemih,
ketika set, berada di bawah tekanan negatif dalam hubungan ke daerah
sekitarnya. Saat rambut pemicu jatuh, pintu perangkap terbuka, menghisap
serangga dan air di sekitarnya, dan menutup pintu lagi, semua dalam
hitungan 10 ribuan per detik.
5. Pinguicula
Pinguicula, atau butterworts, adalah sekelompok tanaman karnivora yang
menggunakan zat lengket, kelenjar daun untuk memikat, menjebak dan
mencerna serangga. Nutrisi dari serangga melengkapi kandungan mineral
dari tanah yang miskin .Ada sekitar 80 spesies yang dapat ditemukan di
seluruh Amerika Utara dan Selatan, Eropa dan Asia.
Daun-daun butterwort adalah indah dan biasanya berwarna hijau derah atau
merah muda . Ada dua jenis khusus dari sel-sel ditemukan di sisi atas
daun butterwort. Salah satunya dikenal sebagai kelenjar penduncular, dan
terdiri dari sel-sel sekretori di atas sel batang tunggal. Sel-sel ini
menghasilkan sekresi mucilaginous yang membentuk tetesan terlihat di
permukaan daun, dan bertindak seperti flypaper effect. Sel-sel lainnya
disebut kelenjar sesil. Mereka terhampar di permukaan daun dan
menghasilkan enzim seperti amilase, esterase dan protease, yang membantu
dalam proses mencerna. http://anehdidunia.blogspot.com
4. Drosera
Drosera, umumnya dikenal sebagai sundews, terdiri dari salah satu genus
tanaman karnivora terbesar, dengan sedikitnya 194 spesies. dapat
ditemukan secara luas tersebar di setiap benua kecuali Antartika.
Sundews, (tergantung pada spesies) dapat berbentuk mawar bersujud atau
tegak, mulai dari 1 cm sampai 1m tinggi, dan dapat hidup sampai 50
tahun.
Sundews dicirikan oleh kelenjar tentakel bergerak, diatapi dengan cairan
lengket manis. Ketika serangga tanah lengket pada tentakelnya , tanaman
ini dapat menggerakkan tentakel lebih ke arah serangga untuk menjebak
lebih lanjut. Setelah terperangkap, kelenjar sesil kecil akan mencerna
serangga dan menyerap nutrisi yang dihasilkan, yang kemudian dapat
digunakan untuk membantu pertumbuhan.
3. Byblis
Byblis, atau tanaman pelangi, adalah genus kecil asli tanaman karnivora
Australia. Nama tanaman pelangi berasal dari tampilan yang menarik daun
lendir mereka ditutupi di bawah sinar matahari. Meskipun tanaman ini
terlihat mirip dengan Drosera dan Drosophllum, mereka tidak terkait pada
kesamaan spesies dan dapat dibedakan dengan bunga zygomorphic dengan
lima benang sari melengkung.
Daun memiliki penampang bulat, dan mereka cenderung sangat memanjang dan
meruncing di ujungnya. Permukaan daun benar-benar tertutup rambut
kelenjar yang melepaskan zat mucilaginous lengket, yang pada gilirannya
menjadi perangkap serangga kecil pada daun atau tentakel sebagai
perangkap flypaper effect pasif.
2. Aldrovanda vesiculosa
Aldrovanda vesiculosa, juga dikenal sebagai tanaman kincir air, adalah
tanaman menarik tanpa akar, karnivora, dan juga tanaman air. biasanya
memakan vertebrata kecil, menggunakan mekanisme yang disebut perangkap
perangkap snap. Tanaman ini terutama terdiri dari batang mengambang
bebas, mencapai 6 - 11cm panjangnya. Daun perangkap tumbuh sepanjang
2-3mm tumbuh dari 5-9, berturut-turut sepanjang batang dekat pusat
tanaman. Perangkap melekat pada petioles, yang berisi udara, dan
membantu dalam pengapungan.
Ini merupakan tanaman berkembang sangat cepat dan bisa mencapai 4-9mm
per hari, dalam beberapa hal bahkan menghasilkan ulir baru setiap hari.
Sebagai tanaman tumbuh dari satu ujung, ujung lainnya akan terus
mati.Perangkap pada dasarnya terdiri dari dua lobus yang sama untuk
membuat perangkap menutup. Bukaan dari perangkap keluar titik, dan
tercakup dalam lapisan yang memicu rambut, yang akan menyebabkan trap
untuk bertepuk menutup saat setiap mangsa yang datang terlalu dekat.
kecepatan perangkap menutup adalah 10 mili/detik, membuatnya menjadi
salah satu contoh gerakan tercepat tanaman dalam kerajaan hewan.
1. Dionaea Muscipula

Dionaea Muscipula, lebih dikenal sebagai penangkap lalat Venus, mungkin
adalah tanaman karnivora paling terkenal dan ia makan terutama pada
serangga dan arakhnida. Penangkap lalat Venus merupakan tanaman kecil
yang memiliki 4-7 daun yang tumbuh dari batang bawah tanah pendek. Helai
daun yang dibagi menjadi dua : tangkai daun berbentuk hati yang pipih
dan sepasang lobus terminal berengsel di pelepah, membentuk perangkap
yang sebenarnya adalah daun sejati.Permukaan bagian dalam dari lobus ini
mengandung pigmen merah dan ujung-ujungnya mengeluarkan lendir. http://anehdidunia.blogspot.com
Ini menunjukkan lobus tanaman gerak cepat dengan meletakkan menutup
ketika rambut sensorik khusus dirangsang. Tanaman ini begitu maju
sehingga dapat membedakan antara stimulus hidup dan stimulus yang tidak
hidup.
Lobus menutup dalam waktu sekitar 0,1/detik. mereka dibatasi oleh
tonjolan seperti duri kaku atau silia, yang menutup bersama dan mencegah
mangsa besar dari melarikan diri. Setelah mangsa tidak dapat melarikan
diri dan permukaan bagian dalam lobus terus dirangsang, tepi lobus
tumbuh atau mencengkeram bersama, menyegel perangkap dan menciptakan
sebuah "perut" tertutup di mana pencernaan dan penyerapan dapat terjadi