Thursday, 2 April 2015

Dilema Wanita Karier

"Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." (Amsal 31:10-12)
Artikel ini khusus membahas mengenai wanita karier. Persoalan karier bagi sebagian wanita sering kali menjadi pergumulan tersendiri, sedangkan pria memang sudah ditakdirkan untuk bekerja dan berjerih payah demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Ketika Allah mengusir manusia keluar dari Taman Eden, di situlah Allah menetapkan tanggung jawab ini. Dalam kenyataannya, di dunia ini wanita atau istri juga ikut bekerja untuk menghidupi keluarganya. Dengan demikian, pekerjaan menjadi persoalan unik bagi wanita.
Saya memiliki seorang teman yang kekasihnya lebih berhasil dalam pekerjaan dan karier. Ia menjadi minder. Beberapa orang yang ditemui teman saya ini mengatakan bahwa jika seorang wanita lebih berhasil daripada seorang pria, maka kehidupan pria tersebut tak akan pernah maju. Kebetulan ia mendengarnya dari orang-orang yang masih percaya pada takhayul atau fengshui. Alhasil, teman saya ini bertambah stres.
Dalam satu kesempatan berbincang-bincang, ia menyampaikan unek-uneknya kepada saya. Dengan penuh kesabaran dan pengertian, saya mengatakan bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh memercayai takhayul atau fengshui. Tak ada hubungannya antara kemajuan karier pasangan wanita kita dengan keterpurukan bisnis dan usaha kita sebagai laki-laki. Apakah ada jaminan jika kekasih kita tidak maju, maka kita akan maju? Atau sebaliknya, usaha dan karier kita memburuk karena kemajuan usaha atau karier pasangan kita. Tidaklah jika mereka maju, kita akan lebih berbahagia dan senang? Bukankah beruntung sekali jika kita mendapatkan gadis yang juga bisa mendukung kita? Secara perlahan-lahan, teman saya mulai bisa menerimanya.
Mendapatkan wanita yang bisa mendukung kita dalam hal biaya kehidupan, merupakan keberuntungan tersendiri. Tidak semua pria memiliki istri demikian. Namun, kebanyakan pria lebih ingin istrinya tidak bekerja, tetapi merawat dan mendidik anak-anak di rumah. Sayangnya, tidak semua wanita bersikap dan berpandangan demikian. Apalagi jika suami tidak bisa mencukupi semua kebutuhan keluarga. Pada akhirnya, istri akan turun tangan ikut menangani.
Dilema Wanita Karier
Kata karier sebenarnya berasal dari bahasa Latin, "carrus" yang artinya kereta. Pada zaman dahulu, ketika sepasang pengantin baru saja ditahbiskan dalam sebuah upacara pernikahan, mereka akan menaiki sebuah kereta yang ditarik oleh sepasang kuda. Kereta ini dikemudikan sendiri oleh pasangan pengantin baru menuju rumahnya. Tentunya, perjalanan sepasang pengantin ini melalui banyak rintangan. Keberhasilan mereka dalam mengendarai kereta inilah yang menjadi harapan keberhasilan pernikahan mereka.
Tetapi, dalam perjalanan waktu, entah dari mana mulainya, justru karier diidentikkan dengan tidak menikah atau hidup melajang, sehingga wanita yang bekerja dan memunyai posisi jabatan tinggi, jika sudah menikah, mereka tidak lagi dikatakan sebagai wanita karier. Yang lebih ekstrem lagi, karier membuat sebagian wanita tidak mau menyusui anak-anaknya karena alasan penampilan.
Berbicara mengenai pernikahan, sebagian wanita karier tidak mau menikah dulu sebelum mereka mencapai posisi puncak dalam karier. Hal yang wajar bila setiap orang memiliki pilihan tertentu dalam hidupnya. Selain itu, urusan menikah atau tidak, bukanlah suatu kewajiban dan keharusan. Allah tidak pernah melarang kita menikah atau hidup melajang. Allah hanya tidak mau kita hidup dalam perzinahan. Seseorang yang menikah, belum tentu hidupnya akan lebih baik. Demikian juga mereka yang melajang, belum tentu hidupnya akan lebih baik di mata Allah. Namun demikian, mereka yang memutuskan untuk menjadi wanita karier dan tidak akan menikah sampai menduduki posisi yang baik dalam karier, akan menghadapi dilema yang sering kali tidak mereka sadari. Apa dilemanya dan bagaimana bisa terjadi? Mari kita ambil sebuah contoh sederhana.
Budi dan Rini adalah mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta. Budi sangat terkesan kepada Rini. Setelah menjadi sarjana dan mendapatkan pekerjaan yang baik, Budi ingin berpacaran dengan Rini dan secepat itu juga menikah dengannya. Namun, Rini tidak mau, karena ingin menjadi wanita karier dan sedang berusaha meraih karier yang lebih tinggi. Hal ini akan tercapai ketika Rini berusia 32 tahun, dan setelah itu baru mau berpacaran dan menikah.
Budi bersedia menunggu Rini. Tetapi, ketika Budi berusia sekitar 30 tahun, ternyata ia lebih tertarik kepada wanita yang lebih muda. Dengan demikian, Budi berpikir lebih positif dan menganggap mengapa harus menunggu sesuatu yang tidak pasti. Budi pun menikah dengan gadis yang jauh lebih muda darinya. Sementara itu, Rini tetap berprestasi dalam kariernya dan akhirnya menduduki jabatan sebagai vice president departemen marketing.
Pada waktu itu, Rini berusia 36 tahun. Ia mulai memikirkan untuk keluarga. Ketika mengontak Budi, ternyata Budi sudah menikah. Begitu juga dengan semua teman pria seangkatannya telah berkeluarga. Rini mencoba mendekati pria-pria di bawah umurnya, namun ia merasa risi. "Bagaimana mungkin memiliki pasangan yang umurnya jauh di bawah kita?" Begitulah ia selalu berpikir. Ia pasti akan mengalami banyak kendala jika menikahi pria yang umurnya jauh lebih muda. Selain itu, jarang sekali ada pria yang ingin menikahi wanita yang lebih tua. Rini pun semakin stres.
Gambaran di atas adalah gambaran riil yang dialami sebagian wanita karier, yang menunda pernikahan mereka sampai menduduki posisi pekerjaan yang tinggi. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kerinduan untuk hidup berkeluarga. Untuk apa banyak uang jika tidak ada suami atau istri atau anak-anak yang bisa merasakan berkat tersebut? Ketika kita tua nanti, siapakah yang akan merawat kita? Pertimbangan-pertimbangan demikian adalah hal yang wajar dan masuk akal. Namun demikian, ada orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah berkeluarga karena alasan-alasan tersendiri, bukan karena mereka tidak memiliki keinginan untuk itu.
Tips dan Trik
  1. Menikah atau melajang adalah sebuah pilihan. Apa pun pilihan Anda, Allah tidak pernah melarangnya. Allah melarang dan membenci perzinahan.
  2. Menikah atau melajang memiliki suka duka tersendiri. Namun, alangkah indahnya hidup ini jika kita bisa membagi suka duka dengan seseorang yang hidup bersama kita dan kita cintai. Itu pun kalau orang yang kita cintai adalah orang yang tepat dan baik.
  3. Wanita dibentuk dan dijadikan berbeda dengan laki-laki. Karena itu, sudah sepantasnya kita menerimanya dengan lapang dada, mengucap syukur, dan menunaikan kewajiban kita sebagai seorang wanita.
  4. Meniti karier yang tinggi bagi seorang wanita boleh-boleh saja. Apalagi jika penghasilan suami tidak mencukupi. Tetapi harus diingat, jangan sampai usaha mencapai karier tersebut menjadi batu sandungan bagi suami atau anak-anak.
  5. Sebagai anak Tuhan, sudah seharusnya kita tidak memercayai fengshui atau ramalan. Apalagi menggantungkan kehidupan dan masa depan kita kepada hal-hal tersebut.

Monday, 13 October 2014

Hal Penting Dalam Menjalankan Bisnis


1. Punya rencana bisnis

Anda tak akan bisa melakukan apapun tanpa sebuah rencana. Menyusunnya merupakan salah satu bagian penting jika Anda ingin sukses berbisnis. Berencana akan membuat Anda siap menghadapi situasi bisnis terbaik bahkan yang terburuk sekalipun.

2. Tentukan target bisnis

Pernahkan Anda menggerutu karena mendapat pekerjaan dari bos hingga larut malam? Jika Anda pernah mengeluh, maka tak ada alasan untuk melakukan hal serupa agar bisa berhasil dalam bisnis.

Menentukan target akan membantu Anda menemukan arah dan mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan untuk mencapainya.

3. Berhubungan baik dengan orang lain

Sebuah bisnis dapat bertahan jika Anda memiliki citra dan hubungan yang baik dengan karyawan, konsumen dan rekan usaha.

Agar sukses dalam berbisnis, Anda harus terlihat kuat dan memiliki kemampuan interpersonal yang kuat. Artinya Anda harus menyingkirkan ego Anda agar bisa sukses berbisnis. Kesan yang baik tak akan habis dimakan waktu.

4.  Pisahkan kehidupan kerja dan pribadi

Untuk mencapai keberhasilan berbisnis, Anda butuh orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Jangan ajak orang yang tidak kompeten, hanya karena dia adalah teman atau kerabat Anda.

Hal tersebut akan mengganggu komunikasi bisnis di kantor. Jadi pisahkan kehidupan profesional dan pribadi Anda.

5. Bersikaplah sebagai entrepreneur daripada sebagai pegawai

Keberhasilan dalam bisnis tak semudah itu diperoleh dengan hanya dengan membanting tulang sepanjang hari bahkan malam. Bekerja keras hanya merupakan salah satu aspek yang harus dilakukan.

Salah satu kemampuan yang harus diasah adalah cara merekrut orang dan membuatnya mampu bekerja. Ingat, cara terbaik untuk sukses bukan dengan mengetahui apa yang bisa dikerjakan sendiri, tapi bagaimana orang lain mengerjakannya untuk Anda.

6. Jangan takut untuk maju

Dalam berbisnis, akan banyak situasi sulit yang harus dihadapi. Jika dalam satu kondisi Anda harus memecat karyawan, jangan ragu-ragu melakukannya.

Namun, aksi pemecatan tersebut harus didukung dengan alasan-alasan yang kuat. Menjadi sukses berarti menyingkirkan hal-hal yang mengganggu jalan Anda.

7. Jadi panutan

Jangan salahkan karyawan yang telat saat Anda pun tak datang tepat waktu ke kantor. Bersikaplah dengan baik agar bisa menjadi contoh orang lain. Dengan menjadi panutan bagi orang lain, maka jalan Anda menuju sukses akan lebih mulus.

8. Harus punya Plan B

Tak semua di dunia bisnis dapat berjalan sesuai rencana. Dengan begitu Anda harus selalu punya alternatif lain untuk tujuan yang sama.

Saat Anda mengalami kondisi sulit dalam bisnis, rencana-rencana cadangan tersebut akan membantu Anda keluar dari ancaman gulung tikar.

9. Bertindak bijak dalam mengelola uang perusahaan

Tak ada satu pun orang boros yang bisa jadi kaya. Jika Anda ingin sukses dalam berbisnis dan menjadi kaya, berinvestasilah dengan bijak. Kembangkan rencana pembiayaan yang dapat membuat pengeluaran bisnis Anda lebih terarah.

10. Bekerja keras

Sunday, 5 October 2014

Sisi baik dan sisi buruknya berteman di facebook

Beberapa manfaat positif berteman di  jejaring sosial facebook antara lain :

1. Memiliki banyak teman
   Di facebook kita bisa berteman dengan banyak orang bahkan ribuan, tidak hanya teman yang dekat    bahkan teman belahan bumi lain pun bisa

2.Dapat menemukan teman-teman lama
    Di facebook kita juga bisa menemukan teman lama dengan mengetik nama lengkapnya maka akan ketemu jika teman yg kita cari punya facebook dan menggunakan nama aslinya

3. Saling berbagi informasi
    Di  facebook bisa saling berbagi informasi, berupa kabar baik, berupa gambar, berbagi link

4.Berdiskusi melalui group-group
    Bisa di lakukan diskusi apa saja antar group
5. Menjadi  media promosi
     Bisa digunakan sebagai media promotion business dan lain lain.

Sisi buruk berteman di facebook :
1. Melakukan penipuan
    Misalnya pemerkosaan sebagaimana hal yang sering terjadi kita dengar di pemberitaan media masa
2.Adanya pornografi   
    Dimanfaatkan oleh orang yang tidak bermoral mengupload gambar-gambar yang melanggar undang-undang dan aturan agama

3. Bisa kecanduan
    Kebanyakan  pengguna facebook yang sudah kecanduan dengan facebook perasaannya setiap saat ingin buka facebook kalau gak gelisah hehehe....

4. Curhat 
    Paling banyak yang di lakukan pengguna facebook, mengeluh tentang cinta, pekerjaan ,kekecewaan,  keluarga dan berbagai hal ( galau )

Demikianlah dampak baik dan dampak buruk dari jejaring social facebook.

Akibat Suntik Pemutih Kulit

Sebenarnya tidak terlalu berbahaya bila memakai dosis yang tepat. Sekarang  ini banyak wanita dan pria yang ingin memiliki kulit putih bersih cling, pasti semua wanita (khususnya) pernah membayangkan untuk mempunyai kulit putih bersih dan mulus. Dan sudah banyak yang mengguna suntik pemutih ini tanpa peduli efek sampingnya.
Harus waspada bahwa suntik putih ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya bagi tubuh walaupun bahan dasarnya adalah vit C yang bisa larut di dalam tubuh, namun kelebihan vit C juga tidak bagus, apalagi yang mempunyai penyakit batu ginjal.

Vitamin C yang dimasukkan ke dalam kulit dengan kadar yang berlebihan, memang sebagian besar diserap oleh ginjal. Namun tahukah anda bila ginjal akan bekerja lebih keras dalam mengurai vitamin C yang berlebihan dalam tubuh kita? Jadi kerja keras tersebutlah yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal pada para pengguna suntik putih.


Efek samping  suntik putih ini sangat berbahaya, maka sebelum melakukan metode ini sebaiknya anda konsultasi dengan dokter kulit. Menurut dokter kulit, efek vit C pada kesehatan kulit mulai terlihat sesudah prosedur suntik putih ke 5 jadi belum terlihat pada suntikan pertama.

Hasil yang maksimal membuat para wanita melakukan perawatan ini. Namun perlu diingat, pemakaian suntik putih ini dalam waktu yang panjang bisa menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh anda. efek suntik putih yang digunakan secara terus menerus dapat merangsang timbulnya batu empedu. Menimbulkan penipisan tulang, mengganggu siklus menstruasi wanita, pengeroposan mengundang fase menopause tiba lebih awal, menghambat kerja dari vitamin yang lain dan masih banyak lagi dampak berbahaya lainnya.
Selain itu suntik putih ini juga bisa membuat penggunanya kecanduan untuk memakainya terus menerus. Dosis yang dianjurkan oleh dokter adalah sekitar 20 – 70 miligram vit C / hari, namun di Indonesia sekali suntik tubuh akan dimasuki vit C sebanyak 4000 mg, dosis ini sudah diatas standar maksimal. tidak dapat dipungkiri bila manfaat vit C sangat baik untuk tubuh tetapi lebih aman bila pemakaiannya dengan cara topikal / di oles saja.
Google
WEB
Images
Local
Mobile Web (beta)